This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 28 Juni 2016

WASPADA PENYAKIT JANTUNG KORONER


Jantung adalah pusat peredaran darah di dalam dada yang terus menerus memompakan darah ke seluruh bagian tubuh selama hidup seseorang.

Tugas utama jantung adalah memompakan darah merah yang kaya akan oksigen dan nutrisi, melalui arteri besar (disebut aorta) ke seluruh bagian tubuh. Bila oksigen telah diserap oleh jaringan tubuh, pembuluh darah balik (vena) mengalirkan darah yang miskin oksigen dan berwarna biru kembali ke jantung.

Lebih Jauh Tentang Arteri Koronaria
Arteri koronaria keluar dari aorta (pembuluh darah utama yang besar), kemudian bercabang dua menjadi arteri koronaria kiri dan kanan yang berdiameter lebih kecil yaitu- 3-4 milimeter. Keduanya melewati permukaan jantung, saling bertemu di bagian belakang dan hampir membentuk lingkaran. Karena bentuknya menyerupai mahkota (crown), maka para dokter jaman dulu menyebutnya arteri koronaria (coronary artery).
Arteri koronaria bentuknya sama dengan arteri (pembuluh nadi) lain, namun tetap berbeda karena darah hanya dapat mengalir melalui pembuluh ini ke jantung di antara dua denyutan, yaitu saat rileks. Ketika otot jantung berkontraksi, tekanannya terlalu besar sehingga darah tidak dapat melewati otot jantung. Ini berarti jantung memerlukan jaringan kerja yang efisien dari pembuluh darah halus tersebut (arteri koronaria) pada otot jantung untuk mendapatkan darah yang diperlukan. Pada PJK, arteri koronaria menjadi sempit (seperti pipa air yang tersumbat dalamnya) sehingga otot-otot jantung kekurangan suplai darah dan oksigen.

Apakah Penyakit Jantung Koroner itu?
Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah jenis gangguan pada jantung yang paling sering ditemui dan penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika arteri koronaria, pembuluh darah yang mensuplai darah kaya oksigen ke organ jantung, menyempit atau tersumbat oleh adanya suatu plak. Penumpukan plak ini mengurangi ruang gerak dari aliran darah. Kurangnya aliran darah dapat menyebabkan otot jantung ‘kelaparan’ dan dapat menimbulkan nyeri dada. Apabila aliran darah tersumbat total dapat terjadi serangan jantung, biasanya disebabkan oleh terbentuknya bekuan darah yang menutupi plak pada dinding pembuluh darah yang sudah pecah.

Penyebab Penyakit Jantung Koroner :
Dua penyebab utama terjadinya PJK adalah proses aterosklerosis atau ateroma dan proses trombosis.

Ateosklerosis
Penyakit jantung koroner disebabkan oleh terbentuknya plak di dalam arteri pembuluh darah jantung. Plak terdiri atas kolesterol yang berlebihan, kalsium, dan bahan lain di dalam pembuluh darah yang lama kelamaan menumpuk di dalam dinding pembuluh darah jantung (arteri koronaria) serta arteri di tempat lain. Proses ini disebut dengan pengerasan arteri atau atherosclerosis atau ateroma (lihat gambar atherosclerosis). Pada sebagian besar orang, plak mungkin saja sudah mulai terbentuk di masa kecil dan makin menumpuk sepanjang hidup.

Merokok, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tinggi merupakan faktor resiko utama terjadinya penyakit jantung koroner.Trombosis adalah istilah medis untuk pembekuan darah, suatu proses alamiah untuk menghentikan perdarahan jika kita mengalami luka.Jika terjadi ateroma, dinding pembuluh darah tidak licin lagi, dan di tempat yang ada kerusakan ini sel-sel trombosit (untuk pembekuan darah) akan berkumpul menutupi kerusakan tersebut. Bekuan darah ini disebut dengan trombus. Jika kerusakannya kecil tidak terlalu berbahaya. Namun jika pembuluh darah menjadi sempit akibat ateroma, pembekuan darah sekecil apapun akan mengganggu aliran darah. Hal ini yang dapat menyebabkan nyeri dada atau angina. Pada serangan jantung, prosesnya sedikit berbeda. Timbunan lemak dalam pembuluh darah bukan hanya berisi lemak, namun juga jaringan bekas luka akibat adanya kolesterol. Ini akan membentuk fibrous cap (tutup fibrosa) di atas timbunan yang lebih keras daripada dinding pembuluh darah itu sendiri. Bila ada tekanan tiba-tiba dapat mengakibatkan kerusakan pada dinding pembuluh darah yang lebih parah. Akibatnya, timbul bekuan darah yang lebih besar, yang bisa menyumbat pembuluh darah itu (disebut sebagai proses trombosis), sehingga darah tidak bisa mencapai otot jantung, dan mengakibatkan kematian pada sebagian otot jantung.

Faktor Risiko
Faktor risiko untuk penyakit jantung dapat dibagi dalam dua bagian, yakni faktor “yang dapat diubah” dan faktor “yang tidak dapat diubah. Faktor yang tidak dapat diubah antara lain, faktor genetika (keturunan), masalah gender: pria lebih banyak terkena PJK dibanding wanita, serta usia. Sedangkan faktor yang dapat diubah antara lain: merokok, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, kegemukan, stres, serta kurang berolahraga.

Usia dan Gender
Separuh dari yang terkena serangan jantung terjadi pada mereka yang berusia di atas 65 tahun, dan jumlahnya bertambah sesuai rata-rata pertambahan usia.Jumlah pria yang terkena PJK ternyata lebih banyak daripada wanita, terutama sebelum menopause. Penyebab yang tepat wanita jarang terkena PJK sebelum menopause belum diketahui secara pasti, namun tampaknya berhubungan dengan hormon esterogen yang tidak diproduksi lagi saat menopause.

Riwayat Keluarga
Jika dalam keluarga terdapat riwayat PJK terutama pada kedua orangtua yang terjadi sebelum usia 60 tahun, maka seseorang beresiko tinggi terkena PJK.

Makanan dan Kolesterol
Seperti telah dijelaskan sebelumnya aterosklerosis atau ateroma adalah penyebab utama PJK. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyumbat arteri koronaria yang mensuplai oksigen dan nutrisi ke jantung. Inilah yang dapat menyebabkan serangan jantung. Semakin banyak lemak (terutama lemak hewan dan hasil susu) yang dikonsumsi, semakin tinggi kadar kolesterol dalam darah seseorang, dan semakin tinggi risiko terkena PJK.

Merokok
Zat-zat kimia dalam rokok dapat terserap ke dalam aliran darah dari paru-paru lalu beredar ke seluruh tubuh, dan mempengaruhi setiap sel tubuh. Zat-zat kimia ini sering menyababkan pembuluh darah menyempit dan membuat sel-sel darah yang disebut platelet atau trombosit menjadi lebih lengket, sehinga mudah membentuk gumpalan. Semakin banyak seseorang merokok, semakin tinggi risiko terkena PJK.

Penyakit yang Terkait dengan PJK
Tekanan darah tinggi (hipertensi). Penyebab tekanan darah tinggi sebagian besar tidak diketahui pasti (lihat bab mengenai hipertensi). Tetapi celakanya tekanan darah tinggi sering tidak menunjukkan gejala. Tekanan tinggi di dalam arteri (pembuluh nadi) akan merusak dindingnya dan merangsang timbulnya aterosklerosis atau ateroma. Jantung juga akan bekerja lebih keras untuk memompa darah yang bertekanan tinggi tanpa suplai oksigen yang mencukupi. Hal ini meningkatkan kemungkinan orang terkena angina atau serangan jantung.
Diabetes. Diabetes disebabkan karena kekurangan hormon insulin yang berfungsi mengontrol penyebaran gula (glukosa) ke sel-sel di seluruh tubuh melalui aliran darah. Kadar gula dalam darah meningkat karena kurangnya insulin yang bertindak sebagai kunci pembuka masuknya gula ke dalam sel-sel tubuh yang membutuhkan. Kelebihan kadar gula dalam darah ini dapat meningkatkan risiko gangguan di dalam peredaran darah termasuk PJK. Selain itu diabetes juga meningkatkan kadar lemak dalam darah, termasuk kolesterol tinggi yang menajdi faktor risiko terjadinya PJK juga.

Gejala Penyakit Jantung Koroner
Karena penyakit ini terbentuknya perlahan dan dalam waktu lama, kebanyakan orang tidak tahu bahwa mereka sudah memiliki penyakit yang parah. Jadi, kenali sejak dini apa saja gejala-gejala Penyakit Jantung Koroner.
Biasanya, gejala yang paling awal adalah nyeri dada, disebut juga angina, serta sesak nafas. Sayangnya, kadang-kadang serangan jantung yang menjadi tanda pertama penyakit ini. Menurut penelitian Framingham Heart selama 50 tahun, dari 50% pria dan 63% wanita yang meninggal mendadak karena penyakit jantung koroner (serangan jantung) tidak mempunyai gejala sebelumnya.

Nyeri dada (Angina)
Tidak semua nyeri dada disebabkan oleh PJK. Angina atau nyeri dada karena PJK timbul setelah melakukan aktivitas dan hilang ketika beristirahat. Rasa nyeri timbul karena otot jantung tidak mendapat oksigen cukup. Angina biasanya berlangsung selama 2-3 menit, tidak lebih dari 10 menit.

3 cara mengenali nyeri dada karena PJK:
Rasa nyeri yang tidak bertambah parah saat menarik nafas
Biasanya terasa di tengah dada, bisa menyebar ke sisi kiri, kedua lengan, atau ke leher dan rahang.
Dada terasa seperti sesak, terbakar, tertusuk-tusuk, atau tertekan.

Serangan Jantung
Rasa nyerinya sama dengan angina, namun tidak hilang bila beristirahat, malah bertambah parah. Mereka yang pernah mengalaminya mengatakan bahwa inilah rasa sakit paling buruk yang pernah mereka rasakan. Perbedaan antara angina dan serangan jantung adalah, jika angina timbul karena otot jantung kurang oksigen namun tidak sampai menimbulkan kerusakan, pada serangan jantung sebagian otot jantung menjadi mati akibat kekurangan oksigen.

Bagaimana Mendiagnosisnya?
Dokter akan bertanya tentang kemungkinan faktor risiko dan gejala-gejala yang timbul serta melakukan pemeriksaan fisik.
Jika ada kecurigaan ke arah penyakit jantung koroner, kemungkinan akan dilakukan tes tambahan untuk menegaskan diagnosa.
Tes pertama yang paling biasa dilakuakan ialah Elektrokardiogram (EKG atau ECG), yang mengukur sinyal listrik yang mengontrol irama denyut jantung, roentgen dada, pemeriksaan darah rutin, dan latihan EKG yang sering disebut "treadmill."
Dengan kateterisasi jantung atau coronary angiogram, yaitu pemeriksaan untuk melihat aliran darah ke otot jantung, dapat diketahui bagian mana dari pembuluh darah jantung yang tersumbat. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan bersamaan dengan penyingkiran sumbatan pada arteri koronaria, seperti pada operasi bypass atau angioplasty.

Tindakan Operasi
Tetapi, tidak sedikit penderita yang terpaksa harus menjalani pengobatan dengan operasi untuk memperbaiki aliran darah ke jantung. Operasi dilakukan pada penderita dengan kondisi sering mengalami nyeri dada yang sangat menggangu aktivitas yang ringan sekalipun.
Dokter akan menganjurkan pengobatan lebih lanjut seperti:
Angioplasty, yaitu prosedur operasi untuk membuka arteri koronaria yang tersumbat, dengan atau tanpa stenting. Bila tanpa stenting berarti hanya dengan memasukkan balon. Selama penempatan stent, tabung kecil berkawat halus dimasukkan ke dalam arteri koronaria dan akan memuai selama proses angioplasty.
Atherectomy, yaitu prosedur operasi dengan cara menyingkirkan lemak dan kalsium yang menumpuk di arteri koronaria yang mensuplai jantung.

Menjaga Kesehatan Jantung
Nah, udah mulai ngebayanginkan gimana caranya supaya jangan sampai terkena penyakit jantung koroner ini. Bagi yang belum pernah merasakan serangan jantung, sebaiknya lakukan pencegahan sedini mungkin dengan menjaga kesehatan jantung. Namun apabila seseorang sudah pernah terkena serangan jantung, banyak cara yang bisa dilakukan agar serangan tidak terulang kembali.

Ini ada beberapa tips untuk menjaga kesehatan jantung sejak dini, simak ya
Menurunkan Kolesterol. Dengan diet yang cermat, kadar kolesterol dapat turun 10-20 persen, namun jika harus diturunkan lebih dari itu, biasanya dikombinasikan dengan pemberian obat-obatan oleh dokter.
Memperbaiki Makanan. Mengubah jenis makanan yang bisa dimakan tidaklah mudah, namun penting untuk mengurangi risiko terulangnya serangan jantung.

Beberapa langkah untuk makan secara sehat antara lain:
Kurangi jumlah lemak dalam makanan anda.
Gantilah lemak dari hewan dan susu dengan minyak sayur.
Makanlah buah dan sayuran segar paling sedikit 5 porsi sehari.
Teruskan diet mengurangi berat badan yang wajar, bila perlu.
Perbanyak makanan kaya serat seperti roti gandum, beras merah, dan sereal untuk sarapan.
Berhenti Merokok. Anda harus berhenti merokok sama sekali. Bila hanya mengurangi jumlahnya atau mengubah jenisnya, risikonya hampir tidak berkurang.
Mengurangi Stres
Berhenti Konsumsi Alkohol
Berhenti mengkonsumsi alkohol dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan gangguan fungsi hati (liver).
Olahraga Teratur. Penelitian di Amerika dan Eropa menunjukan bahwa olahraga teratur (20 menit, 2-3 kali semin

Senin, 27 Juni 2016

HISTOLOGI SISTEM URINARIA

GINJAL
•        Memiliki sisi medial cekung, HILUS dan sisi lateral yang cembung
•        Pelvis renalis, ujung atas ureter yang melebar, kaliks mayor dan kaliks minor
•       Ginjal dibagi menjadi korteks dan medulla struktur berbentuk kerucut atau pyramid, pyramid medula berkas medula yang menyusup ke dalam korteks
•       Setiap ginjal tediri atas 1-4 juta nefron, setiap nefron terdiri atas :
ü   Korpuskel renalis
ü   Tubulus kontortus proksimal
ü   Segmen tipis dan tebal ansa (lengkung) Henle
ü  Tubulus kontortus distal
ü   Tubulus dan duktus koligentes

KORPUSKEL RENALIS
•        Bagian awal dari nefron
•        terdiri atas seberkas kapiler yaitu GLOMERULUS yang dikelilingi oleh simpai epitel dinding ganda disebut SIMPAI (BOWMAN) GLOMERULAR
•        terdiri dari :
ü  LAPISAN DALAM (VISERAL), menyelubungi kapiler glomerulus  sel epitel kompleks, PODOSIT melapisi setiap kapiler dan membentuk celah filtrasi  di antara prosesus interdigitasi, PEDIKEL
ü   LAPISAN LUAR (PARIETAL) membentuk permukaan luar simpai
•       memiliki :
ü   kutub vaskular : tempat masuknya arteriol aferen dan keluarnya arteriol eferen
ü   Kutub tubular atau perkemihan : tempat tubulus kontortus proksimal berasal

TUBULUS KONTORTUS PROKSIMAL
•        Jaringan epitel kuboid
•        tubulus berlekuk ini lebih panjang dari tubulus kontortus distal
•        sel tubulus proksimal mereabsorpsi 60-65% air saring dalam korpuskel ginjal, nutrisi, ion, vitamin, protein plasma kecil
•        air dan zat terlarutnya diangkut langsung melalui dinding tubulus, KAPILER PERITUBULAR
•        Apeks sel, mikrovili panjang, brush border, reabsorpsi

TUBULUS KONTORTUS DISTAL
•        Tidak memiliki brush border
•        bagian awal tubulus distal yang lurus berkontak dengan kutub vaskular di korpuskel ginjal nefron, APPARATUS JUXTAGLOMERULARIS, mekanisme umpan balik, autoregulasi aliran darah dan menjaga laju filtrasi

TUBULUS DAN DUCTUS COLLIGENS
•        Bagian terakhir setiap nefron yang saling bergabung membentuk ductus colligens yang lebih besar, berjalan di tepi piramida ginjal dan bermuara ke dalam calyx minor
•        Dilapisi epitel kuboid
•        EPITHELIOCYTUS PRINCIPALIS (principal cell)     EPITHELIOCYTUS INTERCALATUS (intercalated cell)          mengatur keseimbangan asam-basa dengan menyekresi H dan menyerap HCO3





PENYAKIT LUPUS

Mengenal gejala lupus dan penyebab penyakit lupus. Apa itu lupus? Penyakit lupus adalah peradangan kronis yang terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang organ dan jaringan tubuh. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat berefek pada berbagai sistem di dalam tubuh, antara lain sendi, kulit, ginjal, sel darah, jantung dan paru-paru.

Lupus lebih sering terjadi pada wanita, meskipun tidak jelas alasannya. Ada empat jenis lupus -systemic lupus erythematosus, discoid lupus erythematosus, drug-induced lupus erythematosus dan neonatal lupus. Diantaranya, systemic lupus erythematosus adalah yang paling umum dan paling serius.

Penyakit Lupus
Diagnosis dan perawatan terhadap lupus dapat memberikan perbaikan. Bagi banyak dari mereka dengan lupus, perawatan membantu mereka dapat hidup lebih aktif.

Ciri dan Gejala Penyakit Lupus

Dua kasus lupus tidak sepenuhnya serupa. Tanda dan gejela yang terjadi dapat datang dengan tiba-tiba atau berkembang secara perlahan, dapat ringan atau parah, dan dapat bersifat sementara atau permanen. Banyak dari mereka dengan lupus memiliki karakteristik episodik dengan tanda dan gejala yang memburuk untuk sementara waktu kemudian membaik atau bahkan hilang untuk satu waktu.

Tanda dan gejala lupus yang anda alami didasarkan pada sistem tubuh bagian mana yang terkena efek penyakit ini. Tapi secara umum, tanda dan gejala lupus antara lain:
Lelah
Demam
Hilang berat badan atau berat badan meningkat
Ruam yang berbentuk seperti kupu-kupu pada wajah yang menutupi pipi dan hidung
Luka pada kulit yang timbul atau parah ketika terkena sinar matahari
Radang pada mulut
Rambut rontok
Jari dan kuku yang memutih atau membiru ketika terkena dingin atau saat stress (Raynaud’s phenomenon)
Napas pendek
Nyeri pada dada
Mata kering
Mudah memar
Gelisah
Depresi
Hilang ingatan

Penyebab Penyakit Lupus

Lupus adalah penyakit autoimun yang muncul ketika tubuh terkena zat asing tertentu, seperti bakteri dan virus, kemudian sistem imun tersebut juga menyerang jaringan tubuh yang sehat. Hal ini menyebabkan peradangan dan kerusakan berbagai bagian tubuh, antara lain sendi, kulit, ginjal, jantung, paru-paru, pembuluh darah dan otak.

Dokter tidak mengetahui apa yang menyebabkan penyakit ini. Lupus seperti merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Banyak dari mereka dengan kecenderungan turunan mengalami lupus hanyak ketika mereka terkena sesuatu di dalam lingkungan yang dapat memicu lupus, seperti obat atau virus.

Jenis-Jenis Penyakit Lupus


Systemic lupus erythematosus
Lupus ini pada awalnya dapat berefek pada bagian tubuh manapun. Sistem di dalam tubuh yang secara umum terkena adalah sendi, kulit, paru-paru, ginjal dan darah. Ketika pada umumnya orang berbicara mengenai lupus, lupus tersebut biasanya adalah systemic lupus erythematosus.
Discoid lupus erythematosus
Lupus ini berefek hanya pada kulit. Mereka dengan lupus discoid mengalami ruam pada wajah, leher dan kulit kepala. Sejumlah kecil mereka dengan discoid lupus juga dapat mengalami systemic lupus erythematosus, meskipun tidak mungkin untuk memprediksi siapa saja yang akan mengalami bentuk lupus yang lebih serius.
Drug-induced lupus erythematosus
Lupus ini terjadi setelah anda menggunakan obat tertentu. Tidak semua orang yang menggunakan obat tersebut mengalami lupus. Lupus jenis ini berefek pada berbagai sistem di dalam tubuh. Tanda dan gejala biasanya hilang ketika anda berhenti menggunakan obat yang menyebabkan lupus jenis ini terjadi.
Neonatal lupus
Merupakan bentuk langka dari lupus yang berefek pada bayi yang baru lahir. Ibu degan antibody tertentu yang memiliki hubungan terhadap penyakit autoimun dapat menurunkannya pada bayi mereka –bahkan jika sang ibu tidak memiliki tanda maupun gejala penyakit autoimun tersebut. Neonatal lupus dapat hilang sebelum menunjukkan perkembangannya. Dalam kasus yang lebih serius dapat menyebabkan masalah pada sistem elektrik jantung (congenital heart block).

Faktor risiko penyakit lupus



Meskipun para doker tidak mengetahui apa yang menyebabkan lupus pada banyak kasus, mereka telah mengidentifikasi faktor apa saja yang meningkatkan risiko penyakit ini, antara lain:
Jenis kelamin
Lupus lebih umum pada wanita.
Usia
Meskipun lupus dapat berefek pada segala usia, termasuk bayi, anak dan orang dewasa, tetapi lupus paling umum terdiagnosis pada mereka yang berusia antara 15 sampai 40 tahun.
Ras
Lupus umumnya terdapat pada ras Afrika, Hispanics dan Asia.
Sinar matahari
Terkena sinar matahari dapat membawa pada lupus kulit atau memicu respon internal pada mereka yang rentan.
Obat tertentu
Obat tertentu yang digunakan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan drug-induced lupus. Banyak obat yang secara potensial dapat memicu lupus, sebagai contoh antara lain adalah antipsychotic chlorpromazine; obat tekanan darah tinggi, seperti hydralazine; obat tuberculosis isonoazid dan obat jantung procainamide. Biasanya membutuhkan jangka waktu penggunaan dalam beberapa bulan sebelum gejala timbul.
Terinfeksi virus Epstein-Barr
Merupakan virus yang biasanya tertidur di dalam sel dari sistem imun anda meskipun tidak jelas alasan mengapa dan apa yang membuat virus tersebut aktif kembali.
Terkena zat kimia
Beberapa studi menunjukkan bahwa mereka yang bekerja dan rentan terekspos merkuri dan silica memiliki peningkatan risiko lupus. Merokok juga dapat meningkatkan risiko mengalami lupus.

Selasa, 21 Juni 2016

VARISES PADA IBU HAMIL


Pada masa kehamilan, seorang wanita akan banyak mengalami perubahan dalam tubuhnya. Salah satu dan yang tidak diharapkan adalah mulai munculnya varises, yang mulai mengembang melingkar dan membengkak pada daerah kaki. Varises memang tidak tergolong sebagai kondisi yang membahayakan, namun bisa sangat mengganggu terutama penampilan. Varises adalah kondisi yang umum, bahkan menurut American College of Plepology, 55% wanita mengalami varises dalam hidupnya. Menurut Dr Luis Navarro, direktur The Vein Treatment Center di New York City, Kehamilan adalah salah satu faktor terbesar yang mempercepat pembentukan pembuluh darah.

Senin, 20 Juni 2016

DETEKSI DINI RETINOBLASTOMA


Apa Yang Dimaksud Dengan Retinoblastoma?

Retinoblastoma adalah penyakit salah satu jenis kanker mata yang banyak menyerang anak-anak yaitu berupa sel tumor yang tumbuh pada retina mata. Retina merupakan bagian mata yang berfungsi untuk menerima bayangan visual yang dikirim ke otak.
Retinoblastoma terbagi menjadi dua, yaitu :
Unilateral, dimana kanker hanya menyerang satu mata, dan
Bilateral, kanker menyerang kedua mata.
Adakah Faktor-Faktor Penyebab Retinoblastoma

Penyebab pasti mengenai penyakit retinoblastoma ini belum diketahui. Tapi ada beberapa faktor yang diperkirakan menjadi pemicu munculnya retinoblastoma, seperti:
Kelainan genetik, yang menyebabkan pertumbuhan sel tidak terkendali.
Trauma atau cedera pada mata
Neoplasma, yaitu pertumbuhan jaringan baru yang abnormal.
Kelainan metabolisme
Penyakit Vaskuler, yaitu kelainan pada sistem peredaran darah.
Inflamasi intraokuler, yaitu peradangan pada lapisan tengah bola mata, atau dinamakan juga Uveitis.
Malformasi congenital (cacat lahir), yaitu kelainan bawaan lahir yang disebabkan oleh faktor genetik dan atau faktor lingkungan.
Perubahan pada retina atau vitreus.
Kehilangan kedua kromosom dari satu pasang alel dominan protektif yang ada dalam pita kromosom 13q14
Robekan retina, entah itu karena faktor bawaan atau karena benturan (cedera)
Ablasio vitreous posterior
Gejala Apa Saja Yang Muncul Pada Penderita Retinoblastoma ?

Iritasi mata yang ditandai dengan mata perih, merah dan atau bengkak.
Peradangan pada mata
Bintik putih pada bagian mata warna hitam (pupil mata).
Jika sudah parah, bintik putih akan membesar dan memantulkan cahaya yang masuk ke mata, seperti layaknya mata kucing.
Iris pada kedua mata memiliki warna yang berbeda
Mata juling (strabismus), dimana mata tidak dapat fokus ke arah yang sama.
Mata menonjol keluar (proptosis)
Jika gejala-gejala di atas dibiarkan, maka tumor dapat menyebar ke otak atau ke sumsum tulang belakang. Dan pada akhirnya akan membahayakan nyawa anak.
Bagaimana Cara Deteksi Dini Terhadap Retinoblastoma?

Sebagian besar retinoblastoma yang dideteksi sejak stadium awal dapat disembuhkan. Tapi sayangnya banyak kasus retinoblastoma yang terdeteksi pada stadium lanjut. Karenanya, untuk menghindari hal ini kita harus memiliki pengetahuan yang memadai untuk mengenali tanda tanda pada kanker mata.
Apa Saja Langkah-Langkah Yang Dilakukan Dalam Mendiagnosa Penderita Retinoblastoma?

Langkah-langkah yang dilakukan untuk mendiagnosa retinoblastoma adalah sebagai berikut:
Pemeriksaan mata
CT scan pada kepala
USG mata
Pemeriksaan serebrospinal, yaitu cairan yang ada di otak dan akord tulang belakang.
Pemeriksaan sumsum tulang.
Adakah Upaya Yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Terjadinya Retinoblastoma ?

sebanyak 10% pasien retinoblastoma memiliki saudara yang menderita penyakit yang sama. Gen biasanya didapatkan dari orang tua mereka. Tetapi selain itu, retinoblastoma dapat menyerang begitu saja meskipun tidak ada riwayat genetik. Anjurannya adalah, jika terdapat riwayat retinoblastoma dalam keluarga, sebaiknya mengikuti konsultasi genetik. Konsultasi genetik adalah konsuultasi dengan dokter ahli mengenai pengaruh kelainan genetik pada keturunan, termasuk di dalamnya cara mengatasi serta cara mengobatinya. Selain itu, berikut adalah upaya pencegahan lain yang bisa dilakukan:
Jagalah kebersihan mata setiap saat
Melakukan deteksi dini dari gejala-gejala yang muncul. Jika retinoblastoma ditangani lebih awal, maka mata dapat dipertahankan serta kemungkinan sembuhnya lebih tinggi.
Jagalah pola makan anak. Hindarkan anak anda dari makanan-makanan yang mengandung banyak bahan kimia
Hindarkan kontak mata anak dengan segala zat atau bahan yang beresiko, seperti sabun dan shampoo dengan kandungan yang berbahaya.
Hindarkan anak anda dari berbagai macam radiasi yang berbahaya, seperti radiasi sinar X, radiasi komputer dan handphone.
Jagalah kebersihan anak setiap saat. Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah, seperti rajin mencuci tangan, sebelum makan serta sebelum melakukan aktifitas lainnya. Tangan yang kotor akan menjadi peluang bagi kuman untuk membuat mata iritasi.
Atur pemakaian soft lens. Pemakaian soft lens dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan iritasi pada mata serta membuat mata sulit bernafas.
Gunakan kacamata saat berkendara dan saat beraktifitas di luar ruangan. Debu dan polusi udara akan menyebabkan iritasi bahkan mengakibatkan kanker mata jika debu tersebut terakumulasi dalam mata anda.
Lakukan pemeriksaan mata ke dokter mata secara teratur.
Apa Saja Upaya Pengobatan Yang Bisa Dilakukan ?

Pengobatan pada penderita retinoblastoma tergantung pada ukuran serta lokasi tumor. Tindakan pengobatan untuk retinoblastoma stadium awal biasanya dengan cara pembedahan yang disertai kemoterapi/radiasi atau pembedahan tanpa kemoterapi/radiasi. Tindakan pembedahan yang dilakukan pada penderita kanker mata stadium lanjut biasanya akan mengangkat mata yang terinfeksi. Untuk tetap menjaga penampilan si anak, biasanya dokter akan menganjurkan untuk memasang mata palsu (protesa).
Jika kanker menginfeksi kedua mata, biasanya akan dilakukan tindakan bedah mikro khusus yang bertujuan untuk mengangkat atau menghancurkan tumor. Hal ini dilakukan agar kedua mata tidak diangkat. Jika harus diangkat, maka diusahakan agar tidak diangkat dua-duanya. salah satu mata akan dilakukan tindakan terapi penyinaran atau bedah mikro. Jika sudah sembuh, biasanya pasien akan diminta untuk kontrol setiap 2-4 bulan. Kemoterapi ulang dapat dilakukan jika ternyata kanker kambuh kembali.
Berikut uraian jenis pengobatan untuk penderita retinoblastoma
1. Kemoterapi

Pengobatan dengan metode kemoterapi menggunakan bahan kimia untuk membasmi sel-sel kanker. Hampir sama dengan jenis kemoterapi lain, kemoterapi untuk retinoblastoma juga dilakukan dengan cara memberikan pil kemoterapi untuk dikonsumsi oleh pasien. Selain dikonsumsi langsung, obat tersebut juga dibuat dalam bentuk lain yang dapat dimasukan melalui pembuluh darah.
Kemoterapi akan membantu mengecilkan tumor. Hal ini sebagai langkah awal pengobatan dimana pada tahap-tahap selanjutnya penderita akan dibantu dengan terapi radiasi, cryotherapy, thermotherapy atau terapi laser untuk memberantas sisa-sisa sel kanker yang masih ada. Dengan kemoterapi, kemungkinan dilakukannya tindakan pembedahan akan mengecil.
2. Terapi Radiasi

Yang digunakan dalam terapi ini adalah sinar X. Sinar-X berguna untuk merusak sel kanker sehingga petumbuhan sel menjadi terhambat. Ada dua jenis terapi radiasi yang digunakan yaitu radiasi internal dan radiasi eksternal.
3. Terapi Pembekuan (Cryotherapy)

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan jarum yang kecil dan zat yang sangat dingin, seperti nitrogen cair. Cryotherapy dapat membunuh sel kanker. Cryotherapy dilakukan dalam beberapa sesi. Saat terapi, zat akan diaplikasikan tepat pada sel kanker atau pada area dekat sel kanker.
4. Pembedahan

Tindakan pembedahan yang umum dilakukan adalah bedah reseksi. Jaringan yang tidak normal akan dihancurkan serta memutuskan saluran darah ke tumor dengan menggunakan temperatur yang tinggi.
5. Imunoterapi

Teknik pengobatan Imunoterapi merupakan teknik pengobatan dengan meningkatkan serta pengaturan fungsi daya tahan tubuh.